BANDAR LAMPUNG โ Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Provinsi Lampung sejak Jumat sore (6/3/2026) mengakibatkan banjir besar yang mengepung puluhan titik di sejumlah kabupaten dan kota.
Hingga Sabtu (7/3/2026), situasi darurat masih menyelimuti warga, terutama di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, di mana ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa lokasi pemukiman.
โMerespons kondisi krisis tersebut, Gubernur Lampung langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik-titik terparah dan memastikan proses evakuasi berjalan maksimal.
Mengenakan perlengkapan lapangan, Gubernur memantau langsung distribusi bantuan logistik serta menyapa warga yang tengah mengungsi di posko-posko darurat. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran BPBD dan Dinas Sosial untuk bergerak cepat tanpa hambatan birokrasi, mengingat kebutuhan akan makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan sangat mendesak.
โKehadiran orang nomor satu di Lampung ini juga menjadi momentum evaluasi darurat terhadap infrastruktur daerah. Gubernur menegaskan bahwa selain faktor curah hujan ekstrem yang mencapai 162,4 mm, penyumbatan drainase dan pendangkalan sungai menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi.
Ia memerintahkan pengerahan alat berat untuk pembersihan sisa material banjir dan normalisasi saluran air di wilayah terdampak agar banjir tidak kembali meluap jika hujan susulan turun.
โDi sisi lain, duka mendalam menyelimuti pencarian korban yang hanyut terseret arus. Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan melaporkan tiga warga meninggal dunia, termasuk dua di antaranya adalah anak-anak yang ditemukan di wilayah Rajabasa dan Kaliasin.
Gubernur menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan menjanjikan santunan serta bantuan pemulihan pascabencana bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
โSaat ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI, Polri, dan relawan tetap bersiaga penuh. Warga diimbau untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, sembari pemerintah melakukan langkah penanganan jangka pendek guna meminimalisir dampak kerugian lebih lanjut.














