𝐅𝐚𝐤𝐭𝐚 𝐁𝐢𝐜𝐚𝐫𝐚, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢
HOMEYoutube Channel

Waspada Gempa Megathrust Selat Sunda, BMKG Ingatkan Masyarakat Lampung Siap Siaga

Waspada Gempa Megathrust Selat Sunda, BMKG Ingatkan Masyarakat Lampung Siap Siaga
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung masuk dalam zona potensi terjadinya gempa megathrust dari sistem subduksi Selat Sunda, dengan magnitudo yang bisa mencapai hingga 8,8 skala Richter dan berisiko menimbulkan tsunami setinggi 30 meter di wilayah pesisir. Hal ini disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Sumatera Selatan, Lampung, dan Babel dalam rapat koordinasi persiapan tanggap bencana yang digelar pada hari Ini.

Gempa megathrust terjadi akibat pergerakan lempeng Indo-Australia yang tertekan ke bawah lempeng Eurasia di zona Selat Sunda. Menurut Kepala Balai BMKG Wilayah II, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Sc, segmen megathrust di wilayah sekitar Lampung termasuk dalam kategori seismic gap – area yang belum mengalami pergerakan signifikan sejak gempa besar tahun 1757 silam.

banner 336x280

“Energi yang terakumulasi selama berabad-abad memiliki potensi untuk melepaskan diri kapan saja. Meskipun tidak bisa diprediksi secara pasti kapan terjadi, kita harus selalu dalam kondisi siap siaga,” jelasnya

Wilayah pesisir Lampung yang paling berisiko meliputi Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, hingga Kabupaten Tanggamus. Selain tsunami, gempa besar juga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, longsor di daerah pegunungan, dan gangguan pada infrastruktur vital seperti jaringan listrik dan air bersih.

Saat ini, BMKG telah memasang 18 seismometer tersebar di seluruh Provinsi Lampung dan 19 perangkat penerima peringatan dini tsunami yang beroperasi secara optimal. Peringatan akan segera disebarkan melalui sirine pemadam kebakaran, aplikasi BMKG Early Warning, serta siaran melalui radio dan televisi lokal jika ada indikasi bahaya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan simulasi evakuasi tsunami secara berkala di wilayah pesisir. Pada bulan November tahun lalu, lebih dari 5.000 masyarakat di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengikuti simulasi evakuasi yang melibatkan dinas terkait, TNI, Polri, dan relawan bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanggamus, Irvan Wahyudi ST. MM, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi gempa megathrust dan dampaknya. Sebelumnya, pada 5 November 2025, BPBD Tanggamus bersama Polres Tanggamus, BMKG, dan instansi terkait telah melaksanakan apel siaga dan simulasi tanggap bencana hidrometeorologi serta tsunami di Pantai Muara Indah, Kota Agung.

“Simulasi ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh pihak dalam menghadapi kondisi darurat bencana. Kami ingin memastikan setiap elemen yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika bencana terjadi,” ujar Irvan.

 

Selain itu, BPBD Tanggamus juga aktif dalam penanganan bencana yang terjadi sebelumnya. Pada 28 Juli 2025, ketika 18 desa di lima kecamatan terdampak banjir akibat luapan sungai dan tanggul yang jebol, Irvan langsung memimpin tim dalam pendataan dan evakuasi korban. Pada 7 November 2025, saat banjir rob melanda pesisir Tanggamus dan menyebabkan 115 rumah rusak serta 64 jiwa mengungsi, pihaknya juga cepat merespons dengan memberikan bantuan dan memantau kondisi hingga aman.

“Kami terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana, khususnya pesisir yang berpotensi terdampak tsunami akibat gempa megathrust. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara siaga bencana juga menjadi fokus kami agar warga tidak hanya mengetahui risiko tetapi juga tahu langkah yang harus diambil,” tambah Irvan.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, H. Abdul Rahman, mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah persiapan berikut:

– Sebelum Bencana: Periksa dan perkuat struktur bangunan tempat tinggal, siapkan tas darurat yang berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, dokumen penting, dan senter. Identifikasi rute evakuasi terdekat dan tempat kumpul aman.

– Saat Bencana: Jika merasakan getaran gempa yang kuat, segera lindungi diri di bawah meja kokoh atau sudut ruangan. Jika berada di pesisir dan merasakan gempa atau mendengar peringatan tsunami, segera evakuasi ke tempat tinggi tanpa menunggu konfirmasi tambahan.

– Setelah Bencana: Pantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD, waspadai gempa susulan, dan hindari area yang rusak atau ada tanda-tanda bahaya seperti tanah yang longsor atau pipa yang

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi hoaks tentang gempa atau tsunami, karena hal itu dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Semua informasi harus diambil dari sumber resmi seperti situs web BMKG, akun media sosial resmi BPBD Provinsi Lampung atau BPBD Kabupaten Tanggamus, atau kanal berita lokal terpercaya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *